Senin, 15 April 2013

Rangkuman Buku Media Pembelajaran oleh Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A


Deskripsi buku
Judul                            : Media Pembelajaran
Pengarang                   : Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A
Penerbit                      : Rajawali Press
Tahun Terbit               :2010

Rangkuman
BAB I PENGERTIAN MEDIA
A.      PENDAHULUAN
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya (kognitif, afektif, dan psikomotorik) merupakan salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar.

Proses belajar yang diselenggarakan secara formal atau yang dikenal sekolah memiliki maksud dan tujuan yaitu untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dari dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, yang terdiri atas murid, guru, petugas, perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran (buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video atau audio dll), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas (proyektor overhead, peream pita audio dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar, dll).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan semakin menuntut guru untuk menguasai berbagai media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk belajar. Guru juga dituntut kreatif dalam menggunakan media pembelajaran agar maksud dan tujuannya dapat tercapai. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994:6) :
a.      Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefetifkan proses belajar mengajar
b.      Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
c.       Seluk-beluk proses belajar
d.      Hubungan antara antara metode mengajar dan media pendidikan
e.      Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pendidikan dalam pengajaran
f.        Pemilihan dan penggunaan media pendidikan
g.      Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan
h.      Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran
i.        Usaha inovasi dalam media pendidikan

Maka, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang sangat penting dalam proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
B.      PENGERTIAN MEDIA
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.

Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media pabila dipahami secara garis besar adalah manusia. Materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alay grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun embali informasi visual atau verbal.

Batasan lain telah dikemukakan pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian dia antaranya akan diberikan berikut :
a.       AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.
b.      Media yang sering diganti dengan kata mediator, menurut Fleming (1987:234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif diantara dua pihak utama dalam proses belajar-siswa dan isi.
C.      LANDASAN TEORITIS PENGGUNAAN MEDIA PENDIDIKAN
Landasan teoritis yang medasari penggunaan media pendidilkan adalah teori Bruner yang menjelaskan bahwa penggunaan media akan membuat siswa akan memperoleh pengalaman baru dalam belajar. Menurut Bruner (1966:10-11) ada tiga tingkatan utama modus belajar yang saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengalaman, (pengetahuan, keterampilan atau sikap ) yang baru, yaitu :
a.      Pengalaman langsung (enactive)
b.      Pengalaman pictorial /gambar (iconic)
c.       Pengalaman abstrak (symbolic)
D.     CIRI-CIRI MEDIA PENDIDIKAN
Ciri-ciri media pendidikan menurut Gerlach & Ely (1971):
a.      Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekrontuksi suatu peristiwa atau objek yang dapat diurutkan  dan disusun kembali dengan perantara media film, fotografi, video tape, dsb.
b.       Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Suatu kejadian atau objek yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar  time-lapse recording, yakni hanya mengambil bagian-bagian penting dan memotong yang tidak diperlukan.
c.       Ciri Distributif (Distributive Property)
Memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.
BAB II FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN
Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat Bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa poemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitrkan keinginan dan minat yang baru membangkitkan motifasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh- pengaruh psikologis terhadap siswa.
Levie dan lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran , khususnya media visual yaitu :
a.      Fungsi atensi
Yaitu Menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
b.      Fungsi afektif
Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar .
c.       Fungsi kognitif
Media visual terlihat dari temuan- temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.      Fungsi kompensatoris
Media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Media pembelajaran menurut kempdan Dayton (1985;3-4) dapat memenuhi tiga fungsi utama ,yaitu  :
(1)   Memotifasi minat dan tidakan
(2)   Menyajikan informasi
(3)   Memberi instruksi
Encyclopedia of Educational Research dalam Hamalik (1994:15) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut :
a.      Meletakkan dasar yang kongkret untuk berpikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme.
b.      Memperbesar perhatian siswa.
c.       Meletakkan dasar- dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
d.      Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
e.      Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
f.        Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
g.      Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
BAB III PENGENALAN BEBERAPA MEDIA
Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut media pembelajaran dikelompokkan kedalam empat kelompok, yaitu :
a.      Media hasil teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku, foto, grafik. Teknologi cetak mempunyai cirri-ciri sebagai berikut;
(1)   Teks dibaca secara linear ,sedangkan visual diamati berdasarkan ruang;
(2)   Baik teks maupun visual menampilkan komunikasi satu arah dan reseptif;
(3)   Teks dan visual ditampilkan statis (diam);
(4)   Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visual;
(5)   Baik teks maupun visual beorientasi (berpusat) pada siswa;
(6)   Informasi dapat diatur kembali atau didata ulang oleh pemakai.
b.      Media hasil teknologi audio visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin- mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Sedangkan ciri- ciri utama teknologi media audio visual, yaitu :
(1)   Bersifat linear;
(2)   Biasanya menyajikan visual yang dinamis;
(3)   Menggunakan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/ pembuatnya;
(4)   Merupakan repsentasi fisik dari gagasan rial atau gagasan abstrak;
(5)   Dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif;
(6)   Umumnya mereka berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah
c.       Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer adalah merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber- sumber yang berbasis mikro–prosesor (dalam media ini materi/informasi disimpan dalam bentuk digital bukan cetak atau visual) adapun beberapa ciri media yang dihasilkan teknologi berbasis komputer (baik perangkat keras atau lunak), yaitu :
(1)   Mereka dapat digunakan secara acak,non sekuensial, atau secara linear;
(2)   Mereka dapat digunakan berdasarkan keinginan siswa atau berdasarkan keinginan perancang /pengembang sebagai mana di rencanakanya;
(3)   Biasanya gagasan –gaaagasan yang disa jikan dalam gaya abstrak dengan kata- kata symbol dan grafik;
(4)   Prinsip- prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini;
(5)   Pembelajaran dapat berorientasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi.
d.      Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer. Adapun beberapa ciri utama ini, yaitu :
(1)   Dapat digunakan secara acak, sekuensial, secara linear;
(2)   Dapat digunakan sesuai dengan keinginan siswa, bukan hanya dengan cara yang direcanakan dan dirancang oleh perancangnya;
(3)   Gagasan–gagasan sering disajikan secara realistic dalam konteks pengalaman siswa ,menurut apa yang relevan dengan siswa ,dan dibawah pengendalian siswa;
(4)   Prinsip ilmu kognitif dan konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan penggunaan pelajaran;
(5)   Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikusai jika pelajaran itu digunakan;
(6)   Bahan –bahan pelajaran melibatkan banyak interaktifitas siswa;
(7)   Bahan –bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber.

BAB IV PEMILIHAN MEDIA
Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor- faktor berikut:
a.      Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber –sumber yang tersedia (manusia dan material);
b.      Persyaratan isi, tugas dan jenis pembelajaran isi pelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi. Setiap katagori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda –beda dan dengan demikian akan memerlukan tehnik dan media penyajian yang berbeda pula;
c.       Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya;
d.      Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru, dan pelajar) dan keefektifan biaya;
e.      Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula :
(1)   Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual dan /atau audio);
(2)   Kemampuan mengakomodasikan respons siswa yang tepat (tertulis ,audio, dan/atau kegiatan fisik);
(3)   Kemampuan mengakomodasikan umpan balik;
f.        Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya latihan dan tes menggunakan media yang sama) misalnya untuk tujuan belajar yang melibatkan penghafalan;
g.      media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam dengan menggunakan media yang beragam, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan mereka secara perorangan .
BAB V PENGGUNAAN MEDIA
A.      Media berbasis manusia
Media berbasis manusia mengajukan dua tehnik yang efektif, yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala Socrates. Rancangan pembelajaran yang berpusat pada masalah di bangun berdasarkan masalah yang harus dipecahkan oleh pelajar. Langkah –langkah rancangan jenis pembelajaran ini, yaitu :
a.      Merumuskan masalah yang relevan;
b.      Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang terkait untuk memecahkan masalah;
c.       Gunakan buku teks dan ceramah sebagai suber untuk menyajikan pengetahuan;
d.      Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk memecahkan masalah;
e.      Tuntun eksplorasi siswa sebagai seorang instuktur untuk pelajaran pemecahan masalah;
f.        Membiarkan eksplorasi siswa tak terintangi, partisipati aktif dan bertanya;
g.      Membantu siswa dalam menghubungkan pengetahuan baru dan yang terdahulu;
h.      Membantu siswa membentuk dan menginternalisasi representasi masalah atau tugas;
i.        Membantu siswa mengidentifikasi persamaan antara masalah baru dan pengalaman yang lalu yang berisikan masalah yang serupa, jaga agar pada awalnya analogi ini sangat sederhana ;
j.        Berikan umpan balik mengenai benar atau salahnya jalan pikiran dan jalur pemecahan masalah;
k.       Gunakan representasi grafik masalah itu yang dihubungkan dengan uraian masalah verbal;
l.        Kembangkan masalah dalam konstek yang beragam dengan tahapan tingkat kerumitan;
m.    Nilai pengetahuan siswa dengan memberikan masalah baru untuuk dipecahkan.

B.      Media berbasis cetakan
Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum di kenal adalah buku teks, jurnal, majalah dll. Perancang pembelajaran harus berupaya untuk membuat materi dengan media yang berbasis teks ini menjadi interaktif. Adapun petunjuk menyiapkan media berbasis teks yang interaktif adalah :
a.      Sajikan infofmasi dalam jumlah yang selayaknya dapat dicerna ,diproses dan dikuasai. Informasi dibagi kedalam kelompok –kelompok terkecil yang logis kira-kira 3 sampai 7 butir /kelompok. Semakin kompleks informasi itu, semakin sedikit jumlah butir yang ditampilkan dalam sekali penyajian.
b.      Pertimbangkan hasil pengamatan dan analisis kebutuhan siswa dan siapkan latihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
c.       Pertimbangkan hasil analisis respons siswa bagaimana siswa menjawab pertanyaan atau mengerjakan latihan memberikan kesempatan untuk latihan tambahan, menyiapkan contoh–contoh atau menyarankan bacaan tambahan.
d.      Siapkan kesempatan bagi siswa untuk dapat belajar sesuai kemampuan dan kecepatan mereka. Keberhasilan penyajian materi dengan media berbasis teks sangat ditetukan oleh kesempatan siswa belajar berdasarkan kemampuannya.
e.      Gunakan beragam jenis latihan dan evaluasi seperti bermain peran, study kasus berlomba atau simulasi.
Untuk menarik perhatian pada media ini adalah dengan penggunaan warna, bentuk misalnya kotak dan bulat, huruf, garis, huruf dicetak tebal, dicetak miring dan sebagainya.

C.      Media berbasis visual
Agar menjadi afektif, media berbasis visual (perumpamaan) sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Ada beberapa prinsip umum yang perlu untuk penggunaan afektif media ini, yaitu :
a.      Usahakan visual itu sesederhana mungkin dengan menggunakan gambar garis, karton, bagan, dan diagram.
b.      Visual digunakan untuk penekanan informasi sasaran.
c.       Ulangi sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat, sehingga untuk visual yang komplek siswa perlu diminta untuk mengamatinya dan mengungkapakan sesuatu mengenai visual tersebut.
d.      Warna harus digunakan secara realistis.
e.      Tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual.

D.     Media berbasis audio – visual
Media visual yang mengabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya yakni, penulisan naskah (yang menjadi bahan narasi) dan story board. Berikut beberapa petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi :
a.      Tulis singkat, padat dan sederhana
b.      Tulislah dalam kalimat aktif
c.       Usahakan setiap kalaimat tidak lebih dari 15 kata
d.      Setelah menulis narasi, baca narasi itu dengan suara keras
e.      Edit dan revisi naskah narasi itu sebagai mana perlunya
Selain itu juga da beberapa petunjuk dalam story board yaitu :
a.      Menentukan jenis visual yang akan digunakan dan mulai membuat sketsanya
b.      Pikirkan bagian yang akan di perankan audio dalam paket program
c.       Lihat dan yakinkan bahwa seluruh isi pelajaran tercakup dalam story board
d.      Revisi untuk persiapan ahir sebelum memulai produksi .



E.      Media berbasis komputer
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses intruksional sebagai berikut :
a.      Merencanakan mengatur dan mengorganisasikan serta menjadwalkan pelajaran
b.      Mengevaluasi siswa (tes)
c.       Mengumpulkan data mengenai siswa
d.      Melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran
e.      Membuat catatan perkembangan pembelajaran

F.       Pemanfaatan Perpustakaan sebagai sumber belajar
Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut (Achsin, 1986) :
a.      Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan :
(1)   mengenal sumberinformasi dan pengetahuan;
(2)   menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan system klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan catalog dam indeks;
(3)   menggunakan bahasa pustaka baru, bahanrefrensi seperti ensiklopedia, kamus, dll.
b.      Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti :
(1)    memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah;
(2)    mendokumentasikan informasi dan sumbernya .
c.       Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi seperti :
(1)   memahami bahan yang dibaca;
(2)   membedakan antara fakta dan opini
(3)   menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
d.      Keterampilan menggunakan informasi, misalnya :
(1)   memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah;
(2)   menggunakan informasi dalam diskusi;
(3)   menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.
BAB VI PENGEMBANGAN MEDIA
A.      Media berbasis visual
Dalam proses penataan media harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain :
a.      Kesedehanaan
Secara umum kesederhanaan itu mengacu kepada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu visual, jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan siswa menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu. Pesan informasi yang panjang atau rumit harus dibagi- bagi kedalam beberapa bahan visual yang mudah dibaca, begitu juga teks yang menyertai bahan visual harus dibatasi antara 15 sampai 20 kata.
b.      Keterpaduan
Keterpaduan mengacu kepada hubungan yang terdapat diantara elemen–elemen yang ketika diamati berfungsi secara bersama-sama saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan.
c.       Penekanan
Dengan menggunakan ukuran seperti hubungan–hubungan, warna atau ruang,  penekanan dapat diberikan kepada unsur terpenting.
d.      Bentuk
Bentuk yang aneh dan asing bagi siswa dapat membangkitkan minat perhatian .
e.      Garis
Dapat digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat menunutun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan –urutan khusus .
B.      Media berbasis audio – visual
Media audio dan audio visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau, menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak.  Materi audio dapat digunakan untuk :
a.      Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah di dengar;
b.      Mengatur dan mempersiapkan diskusi dengan mengungkapkan pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi;
c.       Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa;
d.      Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan–perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan atau suatu masalah;
C.      Media berbasis komputer
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer .
Tutorial atau meniru sistem tutor, dapat berupa informasi atau pesan berupa suatu konsep disajikan dilayar komputer dengan teks, gambar pada saat yang tepat siwa diperkirakan telah membaca dan menginterpretasi kosep itu suatu pernyataan ataupun soal yang di ajukan .
D.     Multi Media Berbasis Komputer dan Interactive Video
Arti multi media pada umumnya adalah berbagai macam kombinasi grafik ,teks, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan seatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi pesan atau isi pelajaran .
Informasi yang disajikan melaui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup dan dapat dilihat di dokumen monitor atau ketika diproyeksikan dilayar lebar melalui overhead projector (OHP) dan dapat didengar suaranya serta dilihat gerakannya (video atau animasi).
Multimedia berbasis komputer inin sangat menjanjikan untuk penggunaanya dalam bidang pendidikan .
BAB VII EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN
Evaluasi merupakan bagian integral dari suatu proses intruksional. Idealnya pelaksanaan proses intruksional diukur dari dua aspek, yaitu :
a.      Bukti empiris mengenai hasil belajar siswa yang dihasilkan system intruksional;
b.      Bukti yang menunjukkan berapa banyak sumbangan media atau media program terhadap keberhasilan dan keefektifan proses intruksional.
Adapun tujuan evaluasi pembelajaran, adalah :
a.      Menentukan apakah media pembelajaran itu efektif;
b.      Menetukan apakah media pembelajaran itu dapat di perbaiki atau di tingkatkan;
c.       Menetapkan apakah media itu cost effective dilihat dari hasil belajar siswa;
d.      Memilih media pembelajaran yang sesuai untuk dipergunakan dalam proses belajar didalam kelas;
e.      Menetukan apakah isi pelajaran sudah tepat disajikan dengan media itu;
f.        Menilai kemampuan guru menggunakan media pembelajaran;
g.      Mengetahui apakah media pembelajaran itu benar-benar memberi sumbangan terhadap hasil belajar seperti yang dinyatakan;
h.      Mengetahui sikap siswa terhadap media pembelajaran.